Perkembangan teknologi photograpy yang saat ini mengalami perkembangan pesat melahirkan aliran baru drone jurnalism. Jika pada beberapa tahun sebelumnya kamera DSLR dan lensar besar selalu menjadi andalan, kini membawa kamera dengan tipe mirrorless yang tergolong kecil dan sudah bisa menghasilkan kualitas foto jurnalisme yang mantap untuk mengabadikan peristiwa dari sudut yang berbeda.

Dengan menggunakan kamera mirrorless, teknologi baru yang semakin memanjakan para fotografer, drone photograpy memungkinkan fotografer untuk mengambil gambar dari angle yang tak terbatas dari udara. Diminati juga oleh penggiat travel photography untuk memotret pemandangan dari ketinggian sehingga hasil jepretan kameranya terlihat sangat berbeda dari lazimnya gambar yang disajikan.

Kehadiran drone photograpy sepertinya menjawab tantangan-tantangan yang dihadapi oleh pewarta foto dan pe-hobby berat, seperti sulitnya menjangkau lokasi objek pemotretan atau tidak bisa memotret dari ketinggian. Namun dengan adanya teknologi drone pengangkut kamera, kesulitan dapat diatasi dengan mudah. Menggunakan remote dan GPS untuk menentukan lokasi, setelah selesai pesawat mungil ini akan kembali ke sang pilot yang mengoperasikannya.

Lahirnya drone photograpy awalnya ditujukan untuk memotret aerial view yang digunakan oleh para videographer. Namun saat ini sudah banyak fotografer yang memanfaatkan drone untuk berbagai kebutuhan hingga pembuatan video clips dan foto prawedding. Memang terlihat sedikit lebih ribet karena harus membawa banyak peralatan dan gadget lainnya serta keterbatasan daya tahan baterai namun tuntutan tugas jurnalisme, pekerja professional selalu membutuhkan peralatan untuk menjalankan tugasnya. Beberapa jenis drone pembawa kamera yang lazim dikenal adalah Quadchopter, yakni pesawat kecil dengan baling-baling 4. Ada juga tipe hexachopter bisa menjadi pilihan ideal untuk pemotretan aerial view. Drone Hexachopter (baling-baling 6) bisa mengangkat beban seberat DSLR dan mirrorless.

Meskipun hasil kamera drone sangat mengesankan dan bagus, kendala akan ribetnya peralatan menjadikan drone memiliki keterbatasan. Selain kendala berat dan banyaknya alat, drone tipe Hexachopter hanya bisa bertahan 10 menit. Tipe lainnya yang bisa menjadi pilihan fotografer jurnalis yakni tipe Quadchopter dan DJI Phantom. Merk DJI Phantom menjadi tipe yang populer dan sering digunakan oleh videographer untuk membuat video dengan aerial view. Baterainya bisa bertahan hingga 20 menit dan ukurannya sedikit lebih kecil. DJI Phantom menggunakan kamera Go Pro yang bisa menghasilkan gambar cukup bagus.